Minggu, 28 Juni 2015

SYARMUTH Indonesia disebut SITI ROHMAH

Tanah suci MEKKAH MADINAH sarang PELACUR


Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (pada era presiden Megawati Sukarno Putri), Jacob Nuwa Wea, menyebutkan, 118 wanita Indonesia ditahan di penjara atas sangkaan prostitusi. Ikut ditahan, tiga mucikari, juga orang Indonesia.

MARAKNYA PELACURAN DI MEKAH DAN MADINAH:
Diperkirakan, sedikitnya ratusan perempuan Indonesia terjebak menjadi budak pemuas nafsu kaum lelaki di sana. Kaum hawa itu berusia 20-30 tahun. Ada pula pelacur dari Filipina, Afrika, Syria, Lebanon dan Yordania. Disinyalir, praktek pelacuran ini mulai marak ketika pemerintah arab saudi mendatangkan pekerja2 rumah tangga dari luar negaranya.Pelacur Indonesia di arab sangat mencolok karena paling banyak dan berkelas jalanan. Sebagian besar gentayangan di Jedah, kota industri dan perdagangan yang lebih bebas di banding kota- kota lain di Saudi. 
Dari sekitar 1,6 juta penduduknya, seperempatnya ekspatriat mancanegara. dan merambah di mekah dan madinah serta riyad.
Aksi mesum pelacur arab asal Indonesia,khususnya di Jedah.mereka biasanya mejeng di banyak tempat,di antaranya di sekitar toko Bandung atau Restoran Bali di distrik Syarafiyyah. 
Para perempuan itu nongol pukul 23.00 menumpang taksi. Mereka mengenakan abaya dan kerudung.

PELACURAN DI RIYAD JEDAH MEKAH DAN MADINAH:
Pasangan mesum itu biasanya melepas hajat di imarah alias apartemen,mirip rumah susun. Imarah tadi bisa tempat tinggal lelaki hidung belang bersangkutan,bisa pula hunian temannya. Si hidung belang ini umumnya sopir taksi atau pekerja kasar sampai pejabat arab saudi. 

Berapa harga keringat PELACUR2 YG BEROPERASI DI ARAB SAUDI DI KOTA RIYAD JEDAH MEKAH DAN MADINAH tadi?
Pelanggan boleh beda, tapi bayarannya nyaris selalu sama. Untuk kencan singkat, rata-rata syarmuth Indonesia itu cuma dibayar 50 riyal, atau sekitar Rp 150.000.Syarmuth Indonesia juga sering dipesan semalaman. Tarifnya 200 riyal. Celakanya, sering digambreng oleh empat lelaki (anjriiitt..), yang masing-masing membayar cuma 50 riyal. ”Itulah liciknya warga Arab.

JULUKAN PELACUR INDONESIA DI ARAB SAUDI:
Hidung belang memanggilnya syarmuth Indonesia sebagai Siti Rohmah.Sepintas, kedengaran indah, karena berarti wanita pemberi kasih sayang.Namun, panggilan itu diucapkan dengan cibiran dalam nada dan makna berkonotasi syahwat. Menyedihkan.

PELACURAN DI ARAB SAUDI:
”ditancap” begitu saja. ”Setelah kenyang, dijual ke temannya dengan bayaran 50 riyal sekali pakai,” kata Ustadz Fudoili, dari fraksi PKS di Arab Saudi, yang banyak memantau masalah pelacuran ini.Sebetulnya, praktek prostitusi ini sudah lama dan jadi rahasia umum di Saudi. ”Kami sudah tahu sejak 1980-an. Di Mekah, pelacurnya orang kita semua,” kata Ustadz Habib Muhammad Rizieq, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI).

Herannya, selama ini jarang ada razia oleh polisi setempat. Kabarnya, polisi kesulitan menangkap pelaku zina yang kerap berlindung dibalik ”ayat” perkawinan sirri. 
Rumor lain yang belum dikonfirmasi, polisi main mata dengan pelaku prostitusi, termasuk mendapat jatah ”dilayani”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar